Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Thursday, 3 May 2018

Kertas Kehidupan Yang Paling Berharga


Tanpa kita sadari, terkadang hidup manusia bagaikan perjalanan lembaran-lembaran kertas. Dimulai sejak hari pertama seorang bayi mungil hadir di dunia, keberadaan mereka dicatat oleh selembar kertas yang disebut Akte Kelahiran. 

Kemudian mereka menghabiskan masa mudanya untuk menempuh pendidikan di sekolah dan setelah lulus mendapat pengakuan berupa selembar kertas bernama Ijazah. 

Pada usia dewasa, mereka menikah dan membangun bahtera rumah tangga. Pernikahan ini pun ditulis dalam Buku Nikah yang terbuat dari kertas. 

Selanjutnya manusia bekerja keras maupun berbisnis, demi mendapatkan Uang, yang tidak lain adalah kertas. Sebagian uang hasil usaha mereka digunakan untuk membeli rumah dan kendaraan. 

Tentu saja barang-barang ini nilainya ditentukan oleh kertas-kertas berharga, seperti Sertifikat Rumah dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor. 

Pada hari ketika ajalnya tiba, manusia menutup usia dan meninggalkan dunia. Mereka akan mendapatkan kertas terakhir dalam kehidupan, yang biasa kita kenal sebagai Akte Kematian. 

Lihatlah ternyata hidup memang bagaikan perjalanan lembaran-lembaran kertas. Tidaklah mengherankan jika sebagian manusia hidupnya hanya sibuk menambah nominal saldo dalam kertas catatannya di bank, berupa Buku Tabungan. 

Oleh karena itu, manusia membutuhkan pembimbing dan penuntun dalam kehidupan di dunia ini. Bentuknya tetap kertas juga, tetapi kertas yang ini berbeda. Inilah satu-satunya kertas yang hanya boleh dipegang oleh orang yang sudah bersuci. Kertas ini bernama mushaf Al-Quran. 

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.”

(Surat Al-Waqi’ah: 79)

Ternyata di antara seluruh kertas-kertas kehidupan manusia, Al-Quran adalah yang paling berharga. Alangkah beruntungnya mereka yang senantiasa berada dalam naungan Al-Quran. 

Keberuntungan berikutnya dalam hidup ini adalah ilmu. Hal inipun tidak bisa dipisahkan dari kertas. Kitab-kitab Hadist, Tafsir, maupun Fiqih disusun dengan lembar demi lembar kertas. 

Buku-buku pengetahuan juga kertas. Meskipun demikian, terkadang goresan-goresan pena dalam sebuah buku bisa mengubah hidup seseorang. Oleh karena itu ilmu yang terkandung dalam sebuah buku tidak bisa dinilai dari harga kertasnya. 

Demikianlah perjalanan manusia. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang memuliakan kertas-kertas kehidupan yang sejatinya memang mulia. 
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top