Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Wednesday, 4 April 2018

Kabar Yang Kubawa dari Langit

Aku memaksa untuk kembali ke dunia, walaupun para malaikat berusaha menahan dan membujukku agar aku tidak kembali ke dunia.

"Ada kabar penting yang harus saya sampaikan pada orang-orang. Jika aku tidak kembali ke dunia, siapa yang akan memberi tahu adikku tentang kabar penting ini ?" Ini alasanku kembali ke dunia.

Malaikat berkata,"Jangan kamu merasa bahwa kamu dapat memberi petunjuk kepada makhluk, karena Tuhan Maha Pemberi Petunjuk kepada hamba-hamba-Nya. Kamu pikir ayah ibumu akan bersedih, bila kamu tidak kembali ke dunia, tapi sebarnya kamu kembali atau tidak kembali sama saja, kesedihan dan kegembiraan adalah takdir yang harus dijalani oleh para makhluk."

Kini aku melihat kebenaran kata-kata malaikat itu. Kabar yang ku bawa dari langit, nyaris tidak laku, tak ada yang peduli, tak ada yang mau dengar, dan tidak terlihat penting di mata orang lain. Karena Tuhan telah memberikan petunjuk yang berbeda dan penting bagi masing-masing orang. Orang tuaku dan semua orang yang aku cintai -juga seperti kata malaikat tadi - aku tidak dapat membebaskan mereka dari kesedihan dan penderitaan hidup. Bahkan terkadang aku menjadi bagian dari beban mereka.

Karena itu, kini aku menyerah. Tidak ada lagi ambisi untuk menyampaikan kabar yang ku bawa dari langit, hanya bermaksud mempersiapkan diri untuk kembali kepada Tuhan.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top