Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Tuesday, 24 April 2018

Connecting People

Barusan saya mendengar cerita tentang sulitnya pengendara taksi mendapat penumpang. Lihat saja, zaman sekarang mana pernah kita melihat lagi seseorang berdiri di tepi jalan kemudian melambai-lambaikan tangan untuk memanggil taksi yang lewat.

Sekarang ini orang tinggal ketik saja melalui aplikasi, maka taksi online akan datang sendiri ke depan rumahnya. Tanpa perlu menghadang dari jalanan lagi. Teknologi memang mendekatkan yang jauh.

Untuk membeli barang kebutuhan, cukup membuka aplikasi marketplace, lihat dan pilih sendiri apa yang kita inginkan, dan barang tersebut akan sampai ke alamat kita, tanpa perlu pergi ke toko lagi.

Tidak disangsikan, kita berada pada era kejayaan teknologi internet di mana tempat terjauh di bumi ini menjadi dekat sekali, karena sudah berada dalam genggaman handphone kita.

Sebagai seorang muslim yang cerdas, justru ada satu hal lagi yang harus kita manfaatkan dari kemampuan teknologi yang katanya bisa "mendekatkan yang jauh" tersebut. Apakah gerangan?

Yaitu bagaimana agar teknologi mampu mendekatkan kita kepada negeri akhirat. Sebab selama ini kita selalu menganggap bahwa akhirat adalah negeri yang jauh.

Kita merasa bahwa negeri akhirat itu masih berpuluh-puluh tahun lagi dari usia kita saat ini. Padahal Allah justru menyebut akhirat begitu dekat, seolah-olah ia akan datang esok hari.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk esok hari (yaitu akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 

(Surat Al-Hasyr: 18)

Yang kita perlukan saat ini bagaimana agar teknologi melahirkan perasaan dekat kepada negeri akhirat. Bagaimana teknologi bisa mengingatkan kita tentang sakaratul maut, alam barzakh, maupun padang mahsyar.

Maka muslim yang cerdas selalu menjadikan handphone di tangannya sebagai sumber kebaikan untuk bekal negeri akhirat. Pada genggaman merekalah teknologi benar-benar "mendekatkan yang jauh" dalam arti sesungguhnya
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top