Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Thursday, 5 April 2018

Antara Manipulasi Data dan Tipu Muslihat

Ketika pertama kali saya mendengar istilah "Manipulasi Data", maka yang muncul dalam persepsi saya adalah sesuatu yang berhubungan dengan "Tipu Muslihat" dan "Korupsi". Padahal dalam sistem database, istilah Manipulasi Data bukanlah Tipu Muslihat apalagi korupsi, melainkan merupakan suatu metode pengambilan informasi dari sekumpulan data, teknik penempatan informasi baru, penghapusan dan modifikasi informasi, yaitu editing atau upgrade.

Contohnya ketika diketahui ada kekeliruan data di antara sekumpulan data tersebut. Tentu data yang salah tidak dapat dibiarkan, melainkan harus dihapus atau diganti. Apabila data salah tidak diganti, maka dapat menimbulkan informasi palsu. Metoda yang dipilih untuk menghapus atau mengganti data salah tersebut disebut Manipulasi Data atau dikenal dengan istilah Data Manipulation Language (DML).

Data yang salah, dapat diganti dengan data yang benar. Tindakan ini tidak dapat dikategorikan tipu muslihat. Memang sistem harus menyediakan tool agar dapat dapat diperbaharui. Tapi Sebaliknya data yang benar, dapat pula diganti dengan data yang salah, sehingga menimbulkan informasi palsu. Perilaku curang seperti itu disebut tipu muslihat. Jadi "Manipulasi Data" bersifat netral, tidak baik maupun buruk. Jika manipulasi data digunakan untuk tipu muslihat, maka yang buruk adalah tipu muslihatnya sendiri, bukan Manipulasi Data nya.

Ilustrasi :

Di sebuah toko disediakan sistem aplikasi kasir. Setelah login, sistem hanya menyediakan tools untuk penjualan saja, melihat informasi total penjualan, jumlah pembayaran dan angka kembalian. Tetapi kasir tidak mendapatkan tools untuk mengedit atau menghapus penjualan. Dengan demikian, pegawai kasir tidak dapat membuat tipu muslihat untuk mencurangi penjualan.

Untuk menghindari kecurangan, Pegawai kasir tidak diberi kewenangan untuk melakukan manipulasi data. Lalu siapa yang diberi kewenangan melakukan manipulasi data ? Yaitu programmer. Programmer dapat melakukan manipulasi data seperti mengedit, menambah atau menghapus data. Tapi programmer tidak diberi kewenangan untuk melakukan transaksi, baik itu pembelian maupun penjualan, Sehingga tertutup kemungkinan programmer melakukan kecurangan atau tipu muslihat melalui kegiatan manipulasi data. Intinya, ada algoritma tertentu yang menjamin keamanan data, sehingga dalam toko tersebut disediakan ruang untuk manipulasi data, tapi tidak disediakan ruang bagi perilaku curang atau tipu muslihat
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top