Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Sunday, 18 March 2018

Yang Mahal Itu Tidak Tahu, Yang Memilikinya Itu Orang Tahu

YANG MAHAL ITU TIDAK TAHU, YANG MEMILIKINYA ORANG YANG TAHU

Satu minggu lalu saya berkonsultasi ke dokter. Saya menyampaikan satu gangguan kesehatan yang saya alami. Sang dokter melihat sebentar bagian yang kurang sehat tersebut, sejurus kemudian ia bilang tidak tahu penyakit apa itu.

Ia tidak berani memastikan apa penyebabnya, karena itu juga tidak tahu bagaimana cara menyembuhkannya. Solusinya adalah saya harus cek ke laboratorium terlebih dulu.

Jika hasil analisa laboratorium sudah didapatkan, saya bisa datang lagi kepadanya. Jadi pada hari itu, praktis sang dokter tidak menjawab tentang keluhan saya, pun tidak memberi obat apa-apa.

Tetapi tahukah saudara, saya tetap membayar penuh biaya konsultasi tersebut. Tentu saja cukup mahal karena beliau adalah dokter spesialis.

Dalam perjalanan pulang saya bertanya-tanya, untuk apa saya harus membayarnya? Bukankah dokter tersebut tidak tahu penyakit ini?

Pertanyaan tersebut terjawab satu minggu kemudian, tepatnya kemarin saat saya kembali kepadanya membawa hasil laboratorium. Rupanya penyakit saya tidak bisa dideteksi dengan indra manusia biasa, sehingga memerlukan peralatan yang lebih canggih.

Dengan merujuk catatan laboratorium itu barulah ia memastikan apa gerangan yang saya alami. Seandainya kemarin ia asal saja menduga-duga jenis penyakit ini, justru akan fatal akibatnya.

Kini saya bersyukur untuk "tidak tahu" yang ia katakan. Rupanya beginilah cara Allah memberi pelajaran bahwa tidak tahu adalah sesuatu yang mahal. Maka hanya orang-orang terhormat yang berani berkata tidak tahu.

Betapa selama ini saya sering asal menjawab pertanyaan orang lain walaupun saya tidak tahu jawaban sebenarnya. Karena saya masih menganggap tidak tahu itu memalukan dan murahan.

Mari kita mengingat perkataan Al-Imam Qasim bin Muhammad, seorang ulama yang merupakan cucu Sahabat Abu Bakar Assidiq ketika orang-orang bertanya suatu masalah kepada Beliau, ia menjawab,

لا ادري لا اعلم، والله لا نعلم كل ما تسألون عنه ولو علمنا ما كتمناكم ولا حل لنا أن نكتمكم

"Aku tidak tahu, aku tidak mengerti. Demi Allah, kami tidak tahu jawaban dari semua pertanyaan kalian. Seandainya kami tahu, tidak mungkin kami menyembunyikannya, karena tidak halal bagi kami untuk menyembunyikan ilmu."
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

1 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top