Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Sunday, 4 March 2018

Perbandingan Uji Validitas Argumen antara AML dengan Tablo Semantik

Perbandingan Uji Validitas Argumen antara AML dengan Tablo Semantik

Pengujian validitas argumen dapat dilakukan dengan metoda Analisys Model Logic (AML), Tabel Kebenaran dan Tablo Semantik. Pengujian argumen dapat dilakukan melalui salah satu metoda saja, tidak harus semuanya. Keseluruhan metoda tersebut dapat bertumpu pada prinsip counter model dan strategi pembalikan.

Counter model berarti cukup menguji satu sample dari seluruh kondisi yang ada, maka dapat diketahui apakah suatu argumentasi itu valid atau tidak. Adapun strategi pembalikan adalah memberikan nilai false pada kesimpulan, sehingga sample kondisi yang diuji hanya satu kondisi saja.

Logika dapat digunakan untuk menguji argumen yang sangat kompleks. Namun, dalam contoh yang ditulis di dalam buku-buku ilmu logika, pada umumnya contoh-contoh sederhana saja agar memudahkan pembaca dalam memahami cara kerja logika. Demikian pula, dalam kesempatan ini, saya mencoba mengungkapkan cara menguji validitas argumen pada sebuah ungkapan yang sederhana saja dengan menggunakan dua metoda, yaitu AML dan Tablo Semantik.

Berikut

Ungkapan :
Premis 1: Jika Ahok bebas dari penjara, maka dia dapat menjadi cawapres bagi Jokowi, jika Jokowi tidak memilih pasangan lain.
Premis 2: Jika Ahok bebas dari penjara, maka Jokowi tidak memilih pasangan lain
Kesimpulan : Jika Ahok bebas dari penjara, maka dia dapat menjadi cawapres bagi Jokowi.

Variabel :
A = Ahok bebas dari penjara
B = Ahok dapat menjadi cawapres bagi Jokowi
C = Jokowi memilih pasangan lain

Ekspresi :
A → (¬C→B)  ∧ (A→¬C) ⊨ A → B

Symbol ⊨ merupakan symbol tautology, menunjukan pada kesimpulan. Dalam melakukan uji validitas argumen dengan counter mode, symbol tautologi dapat diganti dengan symbol konjungsi, sehingga ekpresi di atas apat ditulis dengan :

A → (¬C→B)  ∧ (A→¬C) ∧ ( A → B)

Apakah argumentasi di atas valid atau tidak ? Mari lakukan pengujian dengan langkah-langkah berikut.

Langkah 1 : Cek dengan kesimpulan
1)  Jika V( A → B) ≡ F, maka hanya ada satu kemungkinan V(A) ≡ T dan V(B) ≡F
2)  Jadi, V(A) ≡ T
3)  Jadi, V(B) ≡ F

Langkah 2 : Cek dengan premis 1
1)  Jika V(A → (¬C→B) ) ≡ T, sedangkan telah diketahui bahwa V(A) ≡ T, maka pasti V(¬C→B) ) ≡ T
2)  Jika V(¬C→B) ) ≡ T, sedangkan telah diketahui bahwa  V(B) ≡ F, maka pastilah V(¬C) ≡ F
3)  Jadi, pasti V(¬C) ≡ F

Langkah 3 : Cek dengan premis 2
1)  (A→¬C) ≡ T, semestinya V(A) ≡ T  dan V(¬C) ≡ T, tetapi telah diketahui sebelumnya bahwa V(A) ≡ T, dan V(¬C) ≡ F.
2)  Dengan demikian hal tersebut tidaklah mungkin terjadi, V(A) ≡ T, dan V(¬C) ≡ F, maka semestinya (A→¬C) ≡ F

Kesimpulan :
1)  Jadi, tidak mungkin pada saat yang sama V(A → (¬C→B)) ≡ T, V(A→¬C) ≡ T, sedangkan V( A → B) ≡F
2)  Karena tidak mungkin terjadi, dan karena ada strategi pembalikan, maka pastilah argumen di atas valid.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top