Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Wednesday, 21 March 2018

Pembalikan Seleksi

Pembalikan seleksi itu berarti pembalikan dalam algoritma dari logika positif kepada logika negatif atau sebaliknya, dengan syarat input dan output nya tetap sama. 
 
Aturan Pembalikan Seleksi adalah sebagai berikut : 
  1. Tukarkan posisi Ya dan Tidak
  2. Ubahlah operator nya dengan pedoman penukaran sebagai berikut :
A. < Tukar dengan >=
B. > Tukar dengan <=
C. = Tukar dengan <>
 
Contohnya cucu dari anak laki-laki tidak bisa mewaris harta kakeknya selama masih ada salah satu putra dari kakeknya.kemudian ada pernyataan yang serupa tapi dalam bentuk A ,pernyataan bentuka A dan E itu apakah bisa dinamakan pertentangan pendapat padahal masing-masing pendapat beranjak dari parameter yang berbeda.

Karena itu gak bisa disebut pertentangan.
  1. tempat
  2. tempo
  3. hubungan
  4. kedudukan
  5. perbuatan
  6. akibat
  7. kepemilikan
  8. sifat
Jika dua term, ada satu saja perbedaan dalam salah satu dari 8 kategori tersebut, itu berarti dzat nya beda, definisinya beda, hakikatnya beda. Berikut contoh kasus dari katagori yang pertama?
 
E. Cucu dari anak laki-laki tidak mewarisi harta dari kakeknya selama putra kakeknya masih ada
A. Cucu dari anak laki-laki mewarisi harta dari kakeknya selama putra kakeknya masih ada
 
Bila parameter yang E adalah kitab X dan A adalah Kitab Y. Maka Itu berbeda dalam hubungan dan kedudukan.Benar, hubungannya dengan kitab Y. Atau kedudukan masalah tersebut menurut kitab X adalah juga berbeda parameter yang dimiliki nya. Jadi, beda pula kepemilikannya.

Sebuah pertanyaan ?
 
Pernyataan bentuk E dari beberapa kitab klasik,bahkan dinyatakan ijma ulama seperti itu,tapi pernyataan dari KUA bentuk A seperti ini, cucu dari anak laki-laki tetap mewaris harta kakeknya sekalipun putra kakeknya masih ada,bukankah dari bentuk umum pernyataan itu mustahil dua-duanya benar
 
Tidak mustahil sama-sama benar, kalau parameternya beda. Dua belah pihak sama-sama menggunakan argumentum ad verecundiam sebagai parameter. Tapi vercunder nya beda. Jadi, bisa sama2 salah, bisa sama benar. Karena benar salah harus benar-benar dilihat dari parameternya, bukan dari pertentangan dalam keputusan.
 
Hakim harus memutuskan, mana yang benar pendapat orang KUA atau kitab klasik. Jika hakim memutuskan bahwa si cucu mendapat waris, juga tidak mendapat waris, maka jelas kontradiksi. Karena hakim tidak dapat membuat  keputusan dengan yang tidak dapat dieksekusi, seperti sifat kontradiksi. Itu artinya, hakim harus memilih dan menyapakati definisi "ahli waris". Dan tidak dapat menggunakan dua definisi sekaligus, sehingga ambigu dan membingungkan. Ingat terkait dengan "wilayah kewenangan definisi".
 
Kelompok A dan B, dapat menciptakan definisi yang berbeda dalam mendefinisikan "ahli waris", sehingga dengan definisi itu, maka dapat lahir keputusan yang berbeda, apakah si cucu tadi mendapatkan warisan kakeknya atau tidak. Bila kita sepakat dengan definisi dari kitab klasik, maka kita harus mengerti, di wilayah mana hal itu harus diterapkan.
 
Pakai contoh yang sederhana.
Dalam kitab aturan sebuah perusahaan tertulis jelas bahwa karyawan dilarang pakai sandal jepit ke kantor. Anda baca aturan tersebut. Suatu waktu, anda melihat ada karyawan di perusahaan lain pakai sandal jepit ke kantor. Anda menganggap hal itu bertentangan dengan kitab aturan perusahaan yang anda baca. Dan anda melihatnya sebagai pertentangan.
 
A. Karyawan boleh pakai sandal jepit ke kantor.
E. Karyawan tidak boleh pakai sandal jepit ke kantor.
 
Anda pikir, mustahil dua-duanya benar. Jadi mana yang benar, mesti satu, boleh atau gak boleh ?
 
Anda gak perhatikan, kalau kantornya beda, perusahaannya beda, tempatnya beda. Kitab aturan yang digunakan juga beda. Jadi sejatinya tidak ada pertentangan. Tapi bila anda hendak masuk ke kantor suatu perusahaan , anda tidak dapat menggunakan dua parameter yang yang mengakibatkan perbedaan definisi. Dua parameter hanya dapat diterapkan dalam wilayah wilayah yang berbeda atau yang sama disepakati.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top