Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Monday, 5 March 2018

Menikmati Pekerjaan

Menikmati Pekerjaan

"Pekerjaan itu harus dapat dinikmati". Saya setuju dengan prinsip ini. Adapun nikmat nya pekerjaan itu tidak sama dengan pekerjaan yang menyenangkan. Untuk dapat menikmati pekerjaan yang kita lakukan sehari hari, tidak bisa dicapai dengan cara bermalas-malasan, berbuat semaunya perasaan saja, hanya mengambil hal yang menyenangkan dan meninggalkan apa yang tak menyenangkan. Bukan demikian, melainkan nikmatnya pekerjaan adalah wujud dari semangat dan kesungguhan. Siapa yang bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, niscaya akan dapat menikmati pekerjaan itu. Sebaliknya, ketidaknyamanan, keadaan di mana seseorang tidak dapat menikmati pekerjaan yang dilakukan merupakan pertanda kurang nya kesungguhan, atau lemahnya semangat. Karena itu, apapun yang kita lakukan, mesti dengan semangat dan kesungguhan. Dengan begitu, upah yang akan kita dapatkan adalah nikmatnya setiap proses pekerjaan itu sendiri.

Rasa enggan pergi bekerja, rasa malas ketika bekerja , kepengen buru-buru pulang kerja, menunjukkan kondisi seseorang yang tidak dapat menikmati pekerjaannya. Hari-hari dilaluinya terasa lama, tak sabar menunggu saatnya gajian. Tapi mereka yang menikmati pekerjaan, hari-hari dilaluinya dengan perasaan yang sama. Bahkan setiap jam yang dilewati, itu sama saja. Dia berangkat bekerja dengan semangat dan riang gembira, seperti itu pula saat bekerja, pulang kerja dan libur kerja, tiada beda baginya.

Jika seseorang tidak dapat menikmati pekerjaan dengan baik, tidak bergembira saat sedang bekerja, maka sungguh dia mengalami kerugian. Dia mengalami hari-hari yang tak menyenangkan, bekerja dirasakan nya sebagai beban. Dan hanya gembira pada saat gajian. Lebih baik kita nikmati pekerjaan dalam seluruh proses nya, sehingga kita mendapatkan kegembiraan pada saat bekerja maupun saat gajian.

Ketika seseorang berpikir bahwa ada hal yang lebih menyenangkan di dunia ini, dari pada apa yang harus dia kerjakan, maka disitulah timbul kemalasan. Orang bijak tidak akan pernah berpikir bahwa ada hal yang lebih menyenangkan dari apa yang sedang dan harus dilakukan nya. Karena itu, dia akan hidup tanpa kemalasan.

Sebenarnya memang tak ada hal lebih  menyenangkan dari melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita. Orang malas, yang menganggap ada hal lain yang lebih menyenangkan, itu pikiran nya terkena ilusi, terbuai oleh khayalan.

Kuatkan lah hati untuk melaksanakan apa yang menjadi kewajiban. Dengan begitu, kita akan memperoleh kegembiraan dan menikmati seluruh proses pekerjaan.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top