Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Friday, 9 March 2018

Menguji Validitas Argumen pada Ungkapan Filsafat

Menguji Validitas Argumen pada Ungkapan Filsafat

Salah satu manfaat ilmu logika adalah memberikan kemudahan dalam mempelajari filsafat. Kadang bahasa filsafat yang kita baca dalam buku-buku filsafat itu terlihat rumit, namun seringkali terasa menyentuh akal, membuat pembaca manggut-manggut dan setuju. Namun sejauh manakah sebenarnya para pembaca buku filsafat itu dapat menguji kebenaran argumen-argumen filsafat dan menguji validitas nya ? Sebagian orang menerima begitu saja kebenaran filsafat orang lain, hanya karena terasa masuk akal, terasa mencerahkan dan cocok dengan selera nya.  Namun, para ahli logika memiliki aturan yang baku dan ketat soal uji validitas argumen. Contohnya ungkapan filsafat berikut :

Jika belajar, maka mendapatkan makna hidup. Jika tidak mendapatkan makna hidup, maka jiwa mengalami gangguan. Dengan demikian, jika tidak belajar, maka jiwa mengalami gangguan.

Apakah argumentasi di atas valid ? Dapatkah anda membuktikan validitasnya dengan Tablo Semantik ?

A = Belajar
B = mendapatkan makna hidup
C = jiwa mendapat gangguan

Dalam debat debat politik, dalam buku-buku filsafat dan dalam ungkapan sehari-hari, dengan kacamata logika saya dapat menemukan absurditas, ketidak konsistenan, serta argumen-argumen yang tidak valid. Tapi hampir tak ada seorangpun yang terima bila dituduh tidak konsisten, argumentasi nya tidak valid. Tapi hampir semua tukang debat gemar menuduh orang lain tidak konsisten, walaupun tanpa paramaeter yang jelas, walaupun tanpa pembuktian logis. Walau pun saya dapat membuktikan ketidak konsistenan tersebut melalui metoda logika, namun pembuktian ini bagi kebanyakan orang rumit dan asing, parameter nya belum dimengerti, sehingga belum disepakati, jika demikian, maka siapa yang akan peduli. Lebih baik bungkam saja.

Bahasa Logika, memang dapat diekstrak ke dalam bahasa sehari-hari, sehingga dapat dimengerti oleh masyarakat awam. Namun hiperbola nya, satu kalimat logika butuh diekstrak setahun lamanya, sehingga menjadi bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti. Benar seperti kata Russel, sikap keras kepala untuk tidak menggunakan bahasa logika adalah hambatan yang besar untuk kemajuan filsafat.

Logika Filsafat itu level terakhir. Level paling dasar itu adalah level Logika Term.

Secara garis besarnya ilmu logika dibagi kepada empat level, yaitu :

1) logika term
2) logika Proposisi Al
3) logika Predikat
4) logika Filsafat

Kesemuanya itu di sini, kemudian diuraikan di dalam 12 kelas Logika.  Masing-masing level terdiri dari 40 materi. Jadi, seluruhnya ada 480 materi.

Level tertinggi yang dapat dicapai oleh member yang ada saat ini baru level enam.

Ada juga yang dapat mempelajari level-level lanjutan secara "melompat". Tapi kalau tidak menguasai teori dasar, materi-materi level dasarnya belum difahami, maka tidak dikategorikan telah mencapai level atas.

Level Materi Ilmu Logika
  1. Level Pertama tentang dasar-dasar logika, meliputi pembahasan tentang term dan sifat-sifatnya, empat bentuk proposisi, klasifikasi, deifnisi, pertentangan proposisi, dan syllogisme.
  2. Level Kedua, tentang teori penggunaan logika, meliputi kajian-kajian tentang dilemma, fallacy, paradoks, enthymem, dll.
  3. Level ketiga tentang logika proposisional, meliputi tabel kebenaran, ekpresi logika, fpe, Hukum ekuivalensi, dll.
  4. Level keempat;  pembahasan lebih lanjut tentang kontradiksi, absurditas, tautology & konsistensi.
  5. Level Kelima, strategi pembalikan dan operasi penyederhanaan.
  6. Level keenam, tentang Tablo Semantik.
  7. Level ketujuh; pembahasan tentang CNF dan DNF
  8. Level Kedelapan; Resolusi
  9. Level Kesembilan; Deduksi Alami
  10. Level Kesepuluh ; kalkulus Deret
  11. Level Kesebelas ; logika predikat
  12. Level Keduabelas ; Logika Filsafat
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top