Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Saturday, 17 March 2018

Konsultasi Cara Mengembangkan Potensi Guru Daerah

Pertanyaan pertama : Bagamana mengembangkan potensi guru teapi lingkungan tidak mendukung ?Apa sudah sesuai dengan program Kesharlindung untuk merangkul guru-guru seluruh Nusantara? Soalnya banyak guru yang punya potensi tapi berada di daerah terpencil, tidak terjangkau, tanpa memandang guru PNS atau non PNS, sebab soal internet misalnya. 

Jawab : Kalau jaringan kurang ada di daerah terpencil. Jangan patah semangat. Kita bisa terus berkarya  walau tanpa jalur kesharlindung dikdas dan lain lain karena masalah jaringan. Infrastrukur di daerah walau tidak mendukung, namun kalau kita terus untuk berupaya berkarya kenapa tidak. Cobalah kita kreatif menemukan karya dalam mengatasi permasalahan dengan berbagi di  daerah tersebut. Biasanya inspirasi akan semakin membesar bagai rantai makanan, dan  berubah menjadi jaring- jaring makanan. Bagaimana tidak ..inspirasi satu guru dapat menyebar dengan cepat dan lebih bagus dengan berpindah ke guru yang berbeda....

Luar biasa kalau kita menyebarkan inspirasi setiap hari  melalui karya yang disampaikan kepada rekan kerja ataupun siswa kita. Suatu saat siswa kita akan mengingat karya guru dan mengembangkan  kembali  pastinya lebih baik lagi.

Pertanyan kedua : Saya punya siswa yang dominansi anak laki lakinya malu berbuat baik seperti menjawab , menjelaskan , atau mengerjakan tugas tapi berani kalo nongkrong, merokok, malah sering anak laki laki yang baik pinter lurus malah dibulying verbal dengan sebutan cemen atau cewek atau sebutan sebutan yang menyebabkan anak anak baik itu minder dan ikut ikutan gak berani maju. Ini udah bertahun tahun seperti mengakar dalam kebiaaaan mereka. Saya mencoba dengan berbagai cara untuk mengubah kebiaasaan tersebut. Jujur sangat susah ... Alhamdulilah kemarin saya berhasil membuat mereka benar benar mau belajar dengan tes lisan menggunakan media kartu. tetapi hanya sesaat pada saat tes aja. Selanjutnya kembali menjadi anak anak yang malu berbuat hal hal baik, tapi gak malu kalo melangar aturan. kalo melanggar itu katanya "cowok" . tapi kalo anak anak perempuanya sih ok malah banyak yang berani  tampil dalam beragam ajang.  Adakah ide untuk mengubahnya? 
Jawab : Kenapa siswa malu melakukan kebaikan? Seperti berkomentar  , tampil dan lain sebagainnya. Kita dapat berikan pemahaman  kepada  mereka  kalau salah bukan masalah. Banyak siswa tidak berani bicara karena takut melakukan kesalahan. Kadang guru seperti itu kan? Hahay..Peran kita meyakinkan bahwa mereka tidak akan disalahkan, ditertawakan, atau dipermalukan  kalau salah.  Namanya juga belajar, wajar kalau salah, bilang  belum tepat kalau salah. Nah untuk  tidak malu berbuat kebaikan, kita perlu memberikan dorongan anak supaya meningkatkan perilaku positif. Ini bisa dengan cara kita memberikan contoh kegiatan atau perbuatan yang baik. Beri pemahaman dengan baik tentang perilaku yang tidak baik, seperti merokok, membuli dan sebagainnya. Tanamkan karakter sekecil apapun kebaikan  itu akan menjadi amalan kebaikan dan sekecil keburukan akan tercatat pula.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top