Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Thursday, 8 March 2018

Konjungsi Introduksi

Konjungsi Introduksi

Aturan pertama dari Deduksi Alami disebut Konjungsi Introduksi. Aturannya sangat sederhana dan mudah diingat, sebagai berikut :

Jika ditemukan A, sedangkan pada kesempatan yang sama atau di lain kesempatan ditemukan B, maka dapat disimpulkan A dan B, ditulis sebagai berikut :

                 A                   B
                 ‎-----------------
                 ‎.       A ∧ B
Misalnya :
Anda mengetahui bahwa Sinta berparas cantik. Di kemudian hari, Anda mengetahui bahwa Sinta itu pintar. Maka dapat anda simpulkan bahwa Sinta itu berparas cantik dan pintar.

Walaupun aturan ini sederhana, namun yang perlu anda ingat adalah istilah nya, dan juga memahami bahwa ini merupakan aturan pertama Deduksi Alami.

Sebagaimana aturan dalam memindahkan budak catur. Itu sebenarnya sederhana saja. Asa yang bergerak lurus, serong, leter L, dan ada yang hanya boleh bergerak satu langkah saja. Tapi aturan langkah bidak catur yang sederhana tersebut, tidak sederhana lagi kala sudah bermain catur, apalagi bila dihadapkan pada lawan yang handal.

Perumpamaan lainnya seperti nyetir mobil. Dari Jakarta ke Bandung aturannya sederhana saja, kalau tidak belok kanan ya belok kiri. Tapi aturan sederhana tersebut, akan digabungkan dengan berbagai peraturan lainnya yang pelik.

Demikian pula aturan-aturan Deduksi Alami, yang pertama ini sangat mudah dan sederhana. Dan akan tetapi mudah lagi sederhana, bila aturannya disimak satu persatu hingga aturan yang ke sebelas. Tapi bila Anda ketinggalan kajiannya, maka pada bab-bab berikutnya akan mengalami kesulitan dalam memahami cara kerja Deduksi Alami.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Konstanta yaitu nilai atau data untuk dimasukan ke suatu variabel.
 
Latihan Uji Validitas Argumen

Menguji validitas sebuah argumen dapat dilakukan dengan berbagai metoda, yaitu:
1) syllogisme
2) ‎tabel kebenaran
3) ‎strategi logika terbalik
4) ‎tablo semantik
5) ‎Resolusi
6) ‎Deduksi Alami
7) ‎Kalkulus Deret
 
Kita dapat memilih salah satu metode saja, sesuai dengan selera kita masing-masing, tidak perlu menggunakan keseluruhan metoda.

Mempelajari kesemua metode diatas adalah penting untuk mengetahui metode mana yang lebih sesuai dengan selera. Tapi lebih penting lagi mengenai bagaimana memanfaatkan masing-masing metoda tersebut. Walaupun hanya menguasai satu metoda, tapi benar-benar diterapkan dalam memecahkan berbagai persoalan, maka itu lebih berguna dari pada menguasai keseluruhan metoda, namun tak berlatih untuk memanfaatkan metode-metode logika.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top