Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Tuesday, 20 March 2018

Harapan Selalu Ada

HARAPAN ITU SELALU ADA

Dua orang sahabat lama sedang berjumpa. Mereka terlihat seru membicarakan pengalaman masing-masing selama ini.

Rupanya secara kebetulan mereka sama-sama memiliki atasan yang sangat baik di tempat kerjanya. Maka mulailah kedua sahabat ini saling membandingkan bos mereka sendiri.

"Pimpinan perusahaan tempatku bekerja sangat dermawan sekali. Ia selalu melebihkan bayaran gaji kita-kita ini!"

"Wah, atasanku juga begitu! Ia orangnya ringan tangan banget. Kalau tahu ada karyawan yang sedang dalam masalah, ia pasti langsung membantu!" Sahabatnya segera menimpali.

"Pemimpinku juga orang yang sangat sopan. Ia berbicara ramah kepada siapa saja meskipun karyawan yang posisinya paling rendah di perusahaan!"

"Tidak jauh beda dengan atasanku. Ia terkenal santun. Tidak pernah bicara kasar apalagi menyakiti hati orang lain!" Sahabatnya tidak mau kalah.

"Satu sifat bos yang paling aku kagumi, ia selalu memaafkan kesalahan karyawannya. Sebesar apapun kelalaian yang dilakukan karyawan, ia tetap bijaksana untuk memaafkan!"

Kali ini sang sahabat tidak segera menjawab. Tampaknya ia berusaha mengingat momen-momen ketika ada karyawan berbuat salah di kantor, apa yang dilakukan atasannya itu.

"Kenapa kamu diam aja? Apa sikap bos kamu kurang baik kalau ada bawahan bikin salah?"

"Bukan gitu. Justru aku gak pernah lihat gimana reaksi bos saat melihat kesalahan anak buahnya. Sebab semua karyawan di kantor tertib semua. Mereka disiplinnya bagus!"

"Berarti masih belum kelihatan nih gimana kebaikan bos kamu secara keseluruhan. Betul gak?"

Tidak salah lagi, tanpa ada bawahan yang berbuat salah justru menjadi tanda tanya bagi kita semua, bagaimana sikap seorang atasan menghadapi kesalahan.

Cerita ini sekaligus memberi pelajaran bagi kita mengapa Allah mencintai orang-orang yang berbuat dosa dari kalangan hamba-hambaNya.

Yaitu agar hamba tersebut bertaubat kepada Allah, sehingga ia akan mendapati sifat Allah Yang Maha Memaafkan lagi Maha Mengampuni.

Cerita ini sekaligus memberi harapan bagi kita yang berlumuran dosa ini, bahwa selalu ada harapan bagi kita untuk membawa dosa-dosa ini ke pintu istigfar, karena Allah Maha Menerima Taubat.

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan tetap mendatangkan suatu kaum, yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, lantas mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka.”

(Hadist Riwayat Muslim)
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top