Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Thursday, 29 March 2018

Buah Tangan

Selain mengisi kajian di perusahaan yang harus keluar masuk gedung-gedung tinggi, saya justru lebih sering mengajar majlis taklim di tengah-tengah pemukiman padat penduduk.

Episode ini seru untuk saya bagi ceritanya. Salah satu asiknya mengisi kajian pada penduduk sekitar, saya suka ditentengin hadiah yang tidak terduga. Kemarin misalnya, ada yang ngasih singkong. Iya singkong. Terus dikukus lagi sama istri saya, makannya panas-panas. Enak! Tuh buktinya habis.

Minggu lalu ada pula yang bawakan pisang sama ubi. Alhamdulillah. Kelihatannya salah satu jamaah ada yang penjual pisang, makanya dijadikan oleh-oleh. Insya Allah berkah buat saya dan keluarga!

Jadi ingat, suatu malam guru saya cerita bahwa beliau pernah memenuhi undangan dakwah ke pedalaman Kranji, Bekasi. Rumahnya masih banyak rumah panggung. Terus pulangnya dapat beras, kelapa, sayur-sayuran, hasil tani penduduknya. Seru kan.

Setelah dengar cerita tersebut besoknya giliran saya yang dapat singkong. Hehehe. Pertanda baik! Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Tentu saja semua pemberian dari jamaah adalah hadiah istimewa buat saya. Hakikatnya itu semua adalah pemberian Allah, melalui mereka. Dari rumah niat kita adalah keridhaan Allah, ternyata masih ada yang ngasih buah tangan juga. Bersyukur banget kan.

Dalam urusan bisnis juga seperti itulah adanya. Semua hasil dagang banyak maupun sedikit adalah pemberian Allah, wasilahnya melalui para pembeli kita. Dari rumah niat kita bisnis kan keridhaan Allah, ternyata masih ada keuntungan juga. Bersyukur banget kan.

Lagipula, amal ibadah dan kebaikan yang kita kerjakan juga sedikit. Kurang elok rasanya kita terus menuntut banyak kepada Allah. Sebagaimana pesan Rasulullah,

من رضي من الله بالقليل من الرزق رضي الله عنه بالقليل من العمل

"Siapa yang ridha dengan sedikitnya rezeki dari Allah, maka Allah pun ridha dengan sedikit dari amalnya."

(Hadist Riwayat Baihaqi)

Ternyata segala hal adalah indah, tanpa perlu dilihat bentuknya, dan tidak usah dihitung jumlahnya. Cukup kita sadari saja Siapa pemberinya, yaitu Allah.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top