Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Tuesday, 27 March 2018

Belajar Algoritma

Saya sebenarnya ingin belajar logika. Setiap ada pembahasan tentang algoritma, saya mencoba untuk memahami tapi terasa sangat sulit.
 
Pertanyaannya bagaimana caranya agar saya bisa belajar tentang algoritma, dan di awali dari mana?

Harus berawal dari masalah. Pengetahuan diperlukan untuk menyelesaikan suatu masalah. Seperti yang saya katakan sebelumnya, tidak setiap masalah dapat diselesaikan oleh ilmu algoritma, tapi ada masalah-masalah dapat diselesaikan algoritma. Karena itu, dengan dapat mengidentifikasi masalahnya, maka kita dapat menumbuhkan minat belajar algoritma sekaligus memulai belajar algoritma. 

Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan. Sebagai programmer, saya memiliki insting programmer, di mana pola kerja nya adalah mengumpulkan data, menganalisa kelemahan sistem dan menciptakan sistem baru yang lebih baik. Namun, beberapa orang di perusahaan tersebut tidak suka kalau dikatakan bahwa di dalam sistem nya ada kelemahan. "Kami sudah punya sistem yang sempurna" katanya. 

Saya tanya,"lalu, mengapa ada kemacetan ? Bukankah itu berarti ada sistem tidak Bekerja ?" Dia jawab,"itu karena sistemnya tidak dijalankan oleh beberapa oknum". Saya tanya,"jika ada kemacetan, karena ada oknum tidak menjalankan sistem, maka apa yang harus dilakukan ?" "Tidak ada" katanya. 

Itulah kelemahan sistemnya. Dalam algoritma itu kan Decision atau struktur seleksi. "Prosedur A dikerjakan". Yes or No ? Jika Yes, maka next proses X. Tapi bila No, what next proses ? Apakah sudah tidak mungkin dicarikan next proses ? Mestikah selesai sampai di situ ? Dia bertanya,"kalau begitu apa next proses nya ?"
Lalu saya menjelaskan beberapa next proses yang dapat diterapkan. Akhirnya dia dapat mengerti maksud dari pengembangan sistem. 

Diskusi saya dengan kawan saya tersebut tampaknya diskusi biasa saja. Namun, di dalam otak saya, ada algoritma, gambar-gambar flowchart sebagai solusi dari problem yang dihadapi. Problem perusahaan tersebut adalah masalah pertama. Menyusun algoritma untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut adalah masalah kedua. Mengkonversi algoritma ke dalam bahasa sehari-hari merupakan masalah ketiga. Jadi, masalah nya bertambah 3 x lipat ? Hehe.. tapi gabungan dari masalah tersebut adalah solusi. Seperti racun + racun, dapat menjadi obat.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top