Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Saturday, 24 March 2018

Algoritma Untuk Menyelsaikan Masalah Sehari Hari

Bagaimana mempelajari algoritma untuk menyelesaikan masalah sehari-hari?

Dengan menerapkan kainnya kepada masalah sehari-hari. Algoritma bukan suatu cara untuk menemukan solusi dari setiap masalah. Tapi sebagai cara menjelaskan langkah-langkah yang kita ketahui dalam menyelesaikan suatu masalah, sehingga langkah-langkah tersebut dapat dikerjakan pula oleh orang lain.

Contohnya, apakah kita tahu langkah-langkah membuat kue apem ? Kalau tahu, berarti kita dapat membuat algoritma "bikin kue apem". Kalau tidakt tahu, tidak bisa membuat algoritma nya. Kita harus cari tahu dulu, baru bisa buat algoritma nya.

Ada yang pandai buat kue apem, tapi gak bisa buat algoritma. Walaupun dapat dibuat algoritma nya, buat kue apem tidak membutuhkan algoritma. Tapi kalau kita jadi pengusaha kue apem, ingin membesarkan usaha kita, di situ algoritma berperan penting, untuk menjadikan aktivitas usaha kita menjadi sistematis dan terstruktur rapi. Dan instruksi-instruksi kita dapat dilaksanakan dengan baik oleh karyawan.

Untuk menjelaskan langkah-langkah sebagai menyelesaian masalah tentu tidak begitu saja mudah dilakukan. Ada serangkaian hal untuk dapat menjelaskan dan untuk mempelajari dan menerapkan algoritma tidak mudah. Bagaimana solusinya? Kita perlu menempuh langkah-langkah tertentu agar bisa memahami algoritma dan menerapkannya.

Jadi, memahami algoritma juga ada algoritmanya. Apa atau bagaimanakah algoritma itu?

Apakah algoritma tersebut dapat dilaksanakan atau tidak, ambigu atau tidak tergantung pada pihak yang diperintahkan. Sebagian orang dapat langsung mengeksekusi perintah, tapi sebagian yang lain ada alasan untuk tidak melaksanakan perintah, misalnya "tapi kan saya tidak punya uang buat beli buku".

Orang dengan masalah berbeda, seperti komputer degan bahasa pemrograman yang berbeda, perlu ditambahkan prosedur baru. Misalnya decision "Punya cukup uang buat beli buku" yes or not ? Jika Yes, maka maka beli buku algoritma. Jika tidak, maka koleksi saja artikel-artikel algoritma dari internet.

Algoritma di atas, cukup sebagai prosedur untuk memulai belajar algoritma. Tapi bisa saja ada yang beralasan,"tapi kan saya gak punya HP dan komputer, gak ada koneksi internet" dan sebagainya.

Alasan baru, kondisi baru , berarti algoritma juga harus diperbaharui.  Sampai akhirnya "tapi kan saya malas belajar", dan saya tidak mengetahui lagi Algoritma bagi orang tersebut agar dia memulai belajar algoritma.

Contoh  : buatlah Deret Bilangan Fibonancy !

Di antara Anda, ada yang dapat langsung mengerjakan instruksi saya, ada pula yang tidak. Anda yang tidak tahu apa itu deret Fibonancy, tidak dapat mengeksekusi perintah tersebut. Variabel Fibonancy harus dideskripsikan terlebih dahulu, atau dibuatkan prosedur seperti berikut :

1) tentukan bilangan bulat pertama, misalnya 4, 8, 20. Terserah anda saja.
2) tentukan angka kedua yang anda inginkan.
3) tambahkan angka terkahir dengan angka sebelumnya.
4) lakukan hal itu berulang kali, hingga 10 kali.
5) perlihatkan hasilnya kepada saya, berapa saja angka yang berderet.

Itu kalau perintah kepada manusia. Tapi kalau perintah kepada komputer gak bisa begitu. Bahasanya harus dapat dimengerti bahasa komputer.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top