Literasi Dunia Seputar Pendidikan, Islam, dan Filsafat

Wednesday, 28 February 2018

Petani dan Penjual Roti


PETANI DAN PENJUAL ROTI

Alkisah tersebutlah seorang petani yang sehari-hari berjualan tepung gandum hasil olahannya sendiri. Salah satu pelanggan yang selalu menggunakan tepung buatannya adalah si penjual roti.

Suatu hari si penjual roti merasa penasaran apakah tepung yang ia beli selama ini beratnya sudah tepat. Entah darimana datangnya rasa ingin tahu tersebut, yang jelas ia betul-betul mau memastikan detik itu juga.

Maka diambilnya tepung seberat satu kilo yang ia beli dari si petani, dan ditimbanglah beratnya. Betapa terkejutnya ia, tepung itu hanya 800 gram!

Ia segera berlari menuju kediaman si petani dan menuduhnya telah berbuat tidak jujur. Sedangkan si petani sendiri justru merasa heran karena ia selalu menimbang dengan takaran yang pas. Tidak dilebih-lebihkan dan tidak pula dikurang-kurangi.

Singkat cerita, kasus petani dan penjual roti ini dibawa ke pengadilan. Kini keduanya berhadapan dengan hakim yang sedang bertanya tentang kejadian tersebut.

"Tuan petani mengapa tepung gandum milikmu tidak tepat takarannya? Apa kamu sudah menimbangnya?"

"Maaf Tuan hakim, saya sebenarnya tidak punya timbangan,"

"Lalu bagaimana kamu mengetahui takaran tepungmu ini?"

"Aku hanya menggunakan neraca sebagai alat ukur,"

"Bagaimana caramu menggunakannya?"

"Begini, setiap hari aku membeli roti darinya. Aku lihat di kemasan roti itu beratnya satu kilo. Maka roti itulah yang aku gunakan sebagai patokan di sebelah kanan neraca, sedangkan di sebelah kiri aku pakai untuk tepung. Jika keduanya telah seimbang, berarti tepungku juga seberat satu kilo. Bukankah begitu Tuan hakim?"

Si penjual roti yang ikut mendengarkan penjelasan petani itu terkejut sekali. Akhirnya ia mengakui bahwa ia memang mengurangi timbangan roti yang ia jual. Sang hakim pun menutup kasus ini dan menyatakan si petani tidak bersalah.

Kisah ini mengandung pembelajaran bagi kita semua, bahwa perbuatan tidak baik yang kita lakukan kepada orang lain, akibatnya hanya akan kembali kepada diri kita sendiri.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Literasi Dunia
Designed by Master Logika Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top